Pendampingan Belajar Calistung bagi Anak Sekolah Dasar di di Desa Hutapea Banurea Kabupaten Tapanuli Utara sebagai Bentuk Pengabdian kepada Masyarakat

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Tommi Nicolas Simanjuntak
Mickael Ria Elisabet Bancin
Febi Finensya Tambunan
Herda Sitanggang
Juan Pablo Sihombing

Abstract

Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik sebagai fondasi keberhasilan belajar pada jenjang pendidikan selanjutnya. Namun, masih ditemukan anak sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam penguasaan calistung akibat terbatasnya pendampingan belajar di luar sekolah. Kondisi tersebut juga ditemukan di Desa Hutapea Banurea, Kabupaten Tapanuli Utara, sehingga diperlukan program pengabdian kepada masyarakat yang mampu memberikan pendampingan belajar secara sistematis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung anak sekolah dasar melalui program pendampingan belajar sekaligus menumbuhkan motivasi belajar dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) yang menekankan pemanfaatan potensi masyarakat melalui tahapan discovery, dream, design, dan destiny. Sasaran kegiatan adalah anak-anak sekolah dasar dengan melibatkan pemerintah desa, guru, orang tua, dan mahasiswa sebagai mitra pelaksana. Pendampingan dilaksanakan melalui pembelajaran interaktif yang mencakup latihan membaca, menulis, berhitung, permainan edukatif, penggunaan media pembelajaran sederhana, serta bimbingan individual sesuai tingkat kemampuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung peserta, disertai berkembangnya kepercayaan diri, motivasi belajar, dan kebiasaan belajar yang lebih positif. Partisipasi aktif orang tua, dukungan pemerintah desa, serta kolaborasi dengan sekolah menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan program. Program ini tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi akademik anak, tetapi juga memperkuat budaya literasi dan numerasi di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, pendampingan belajar calistung dapat menjadi model pengabdian kepada masyarakat yang efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di wilayah pedesaan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##