Pemberdayaan Lintas Generasi Berbasis Pendidikan Agama Kristen Melalui Kamis Ceria Anak Sekolah Minggu dan Persekutuan Lansia Desa Hutatoruan III

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Harryandi Simanjuntak
Kezia S.U. Br. Ginting
Reyno Simatupang
Helena Turnip

Abstract

Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dalam membentuk iman, karakter, dan kepedulian sosial warga gereja pada setiap tahap kehidupan. Pelayanan gereja yang dilaksanakan berdasarkan kelompok usia sering kali belum diintegrasikan dalam satu kerangka pemberdayaan yang berkesinambungan, sehingga pembinaan terhadap setiap generasi berjalan secara terpisah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pemberdayaan lintas generasi melalui dua program pelayanan, yaitu Kamis Ceria bagi anak Sekolah Minggu dan Persekutuan Lansia bagi warga lanjut usia di Desa Hutatoruan III, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi bersama dengan pengurus gereja serta masyarakat. Program Kamis Ceria diisi dengan ibadah, cerita Alkitab, permainan edukatif, aktivitas kreatif, hafalan ayat, dan doa bersama yang bertujuan menumbuhkan karakter Kristiani pada anak-anak. Sementara itu, Persekutuan Lansia dilaksanakan setiap hari Minggu melalui ibadah, pujian, pendalaman Alkitab, doa, serta berbagi pengalaman iman untuk memperkuat kehidupan spiritual dan kebersamaan para lansia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kedua program memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan iman sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam sikap disiplin, kepedulian, keberanian, kerja sama, dan partisipasi dalam kegiatan gereja. Di sisi lain, lansia mengalami peningkatan semangat bersekutu, rasa memiliki terhadap komunitas gereja, serta motivasi untuk tetap berperan dalam pelayanan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Meskipun dilaksanakan pada waktu yang berbeda, kedua program saling melengkapi sebagai strategi pelayanan Pendidikan Agama Kristen yang menjangkau seluruh generasi dalam kehidupan gereja. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan lintas generasi tidak selalu harus diwujudkan melalui pertemuan langsung antar kelompok usia, tetapi dapat dilakukan melalui pembinaan yang berkesinambungan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap generasi dalam satu kerangka pelayanan gereja yang holistik.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##