Penguatan Nilai-Nilai Kristiani dan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pelayanan Gereja, Kesehatan Lansia, Posyandu, dan Administrasi di Desa Sibuntuon Parpea

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Elwira Simamora
Nike Melani Siahaan
Robert Simangunsong

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberdayakan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan lokal. Desa Sibuntuon Parpea memiliki potensi sosial dan religius yang kuat, namun masih memerlukan dukungan dalam penguatan pelayanan gereja, peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, serta optimalisasi administrasi pemerintahan desa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat nilai-nilai Kristiani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan gereja, pendampingan kesehatan lansia, kegiatan Posyandu, dan pelayanan administrasi desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (Participatory Action Approach) yang melibatkan pemerintah desa, gereja, kader kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat sebagai mitra aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelayanan Sekolah Minggu, ibadah, dan Cerdas Cermat Alkitab mampu meningkatkan partisipasi anak-anak dan remaja serta memperkuat internalisasi nilai-nilai Kristiani. Pendampingan Posyandu dan pelayanan kesehatan lansia membantu meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan melalui dukungan administrasi, pendampingan peserta, serta edukasi kesehatan. Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa dalam pelayanan administrasi desa mendukung kelancaran pengelolaan dokumen dan pelayanan publik. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, gereja, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan program sehingga tercipta pelayanan yang lebih terpadu. Program ini membuktikan bahwa pengabdian berbasis kolaborasi multidisipliner mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan sosial, spiritual, kesehatan, dan administrasi masyarakat. Model pelayanan holistik tersebut berpotensi direplikasi pada desa lain dengan karakteristik yang serupa sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang beriman, sehat, mandiri, dan sejahtera secara berkelanjutan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##