Mewujudkan Lingkungan Gereja yang Bersih dan Generasi yang Aktif Melalui Kegiatan Gotong Royong dan Sabtu Ceria Anak Sekolah Minggu di Desa Pohan Tonga Kabupaten Tapanuli Utara
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Kegiatan ini bertujuan mewujudkan lingkungan gereja yang bersih sekaligus meningkatkan keaktifan anak Sekolah Minggu melalui program gotong royong dan Sabtu Ceria di Desa Pohan Tonga, Kabupaten Tapanuli Utara. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi belum optimalnya pemeliharaan kebersihan lingkungan gereja serta masih terbatasnya kegiatan kreatif yang mendukung partisipasi anak-anak dalam pelayanan Sekolah Minggu. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Approach (PAA), yang melibatkan mahasiswa, pengurus gereja, guru Sekolah Minggu, pemerintah desa, dan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Program gotong royong dilaksanakan melalui kegiatan membersihkan halaman gereja, menata lingkungan, dan menumbuhkan kesadaran jemaat akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai tanggung jawab bersama. Sementara itu, program Sabtu Ceria dilaksanakan melalui pujian, permainan edukatif, cerita Alkitab, kuis, dan berbagai aktivitas kreatif yang dirancang sesuai karakteristik anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif berupa lingkungan gereja yang lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan untuk beribadah. Selain itu, terjadi peningkatan antusiasme, keberanian, kreativitas, dan partisipasi anak-anak dalam mengikuti kegiatan Sekolah Minggu. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat juga memperkuat semangat gotong royong serta kepedulian terhadap pelayanan gereja. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat nyata dalam membangun budaya hidup bersih, memperkuat kebersamaan jemaat, dan mendukung pembentukan generasi muda gereja yang aktif serta berkarakter Kristiani. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan pelayanan gereja berbasis masyarakat.